Taman Nasional Baluran, Banyuwangi


Taman Nasional Baluran atau yang juga disebut Little Africa in Java, terdapat beberapa destinasi alam yang bisa anda kunjungi. Dari luasnya padang Savana Bekol, sampai lebatnya hutan hijau Evergreen Forest, hingga keindahan bawah laut di Bama
Ingin merasakan pengalaman berada di tengah alam liar yang sesungguhnya? Datanglah ke Taman Nasional Baluran di Situbondo, Jawa Timur. Taman nasional seluas hampir 25 ribu hektar ini merupakan miniatur segala jenis hutan dan vegetasi Indonesia. Baluran mempunyai hutan musim, hutan hujan, mangrove, savannah (sabana), pantai, gunung, sungai, bahkan terumbu karang.
Baluran sangat mudah diakses. Berada 255 km dari Kota Surabaya, 35 km dari Banyuwangi, 60 km dari Situbondo, dan 159 km dari Denpasar. Dalam satu hari, taman nasional ini bisa dikunjungi lebih dari 100 orang dan jumlahnya naik lima kali lipat di hari libur. Uniknya, sebagian besar justru adalah wisatawan asing. Tak perlu khawatir soal biaya. Harga tiket masuk sangat murah: Rp 2.500 untuk wisatawan domestik, Rp 20.000 untuk wisatawan asing, dan Rp 6.000 untuk kendaraan.

Danau Kaolin, Bangka Belitung




Danau Kaolin yang sebenarnya merupakan sisa-sisa penambangan dan eksploitasi alam berubah menjadi daya tarik yang indah bersanding dengan mirisnya alam sekitar yang rusak. Namun meskipun demikian keelokan sekitar Danau Kaolin ini memang sangat terasa, di mana air yang tertampung memiliki warna biru tosca dan sangat jernih. Hamparan tanah yang menggunduk di tengah danau ini terlihat seperti punggung ular naga besar yang muncul sedikit ke permukaan, di mana menghubungkan antara satu sisi danau ke sisi lainnya. Warna putih kaolin pun sebenarnya menjadi keindahan tersendiri yang unik untuk dinikmati.

Kini Danau Kaolin ini juga masuk ke dalam salah satu daftar kunjungan atau daftar destinasi wisata yang indah di wilayah Belitung dan Sumatera. Jika ingin membandingkan danau ini mungkin ada beberapa tempat lainnya di Indonesia yang memiliki keindahan seperti Danau Kaolin, yaitu Kawah Putih dan Danau Putih Tinggi Raja. Namun justru kedua tempat tadi merupakan bentukan alam dan biasanya terbentuk di suatu daerah dengan kandungan belerang tinggi, di mana terkadang tidak bisa dijadikan lokasi untuk berenang. Berbeda dengan Danau Kaolin yang masih terbilang aman untuk digunakan sebagai tempat untuk berenangan.

Selain digunakan sebagai area bermain, pesona alam Danau Kaolin mengundang para penggiat fotografi. Danau ini merupakan salah satu objek fotografi yang menarik dan indah untuk anda abadikan melalui lensa kamera anda. Keindahan jernih air yang berpadu dengan putihnya tanah-tanah kaolin di sekitar menjadi paduan unik nan menarik yang tersedia.


Danau Kaolin terletak di Desa Air Raya Tanjung Pandan, Belitung, Provinsi Belitung. Jika menggunakan pesawat, hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit berkendara ke arah Tanjung Pandan untuk sampai dan melihat Danau Kaolin yang berada di pinggir Jalan Murai. Lokasi Danau Kaolin berada di pinggir jalan dan terbuka untuk umum sehingga semua orang bisa singgah dan masuk untuk melihat sebuah keindahan yang disajikan oleh Danau Kaolin. Sebaiknya jika berkunjung ke Danau Kaolin gunakan kendaraan pribadi, karena angkutan umum di daerah ini terbilang masih minim.
Sebagai bekas area tambang yang kini sudah tidak dikelola kembali, maka lokasi ini memang tidak diproyeksikan sebagai lokasi wisata sebelumnya. Tak ada fasilitas layaknya tempat-tempat wista pada umumnya. Semua yang ada di sana asli hanyalah berupa sisa-sisa bekas penambang, meskipun masih terlihat beberapa penambang lokal yang beroperasi sendirian.
Oleh karena itu untuk keperluan menginap baik itu hotel, wisma, losmen ataupun lainnya bisa anda dapatkan di Kota Tanjung Pandan. Di sana anda bisa mencari dan memilih berbagai jenis penginapan, meskipun jarak penginapan yang cukup jauh rasanya tidak akan menjadi masalah yang cukup serius dan penghalang untuk mengunjungi Danau Kaolin.

Taman Laut Bunaken, Sulawesi Utara


Pesona alam bawah laut yang menakjubkan akan dapat anda temukan disini, ada sekitar 13 jenis terumbu karang  yang menjulang terjal vertikal kebawah sedalam sekitar 25 - 50 meter. Anda juga akan dimanjakan dengan pemandangan yang disuguhkan oleh sekitar 91 species ikan yang ada di Taman Laut Bunaken. antara lain koi putih (Seriola rivoliana), gusimi lokal (Hippocampus), nila gasi (Scolopsis bilineatus), goropa (spilotocepsep hinephelus dan hypselosoma Pseudanthias), lolosi ekor kuning (Lutjanus kasmira)dan banyak yang lain. tidak hanya itu disini juga banyak ditemukan moluska seperti ikan kepala kambing (Cassis cornuta), nautilus (Nautilus pompillius), kima raksasa (Tridacna gigas) dan tunikates atau askidian.
Bagi para Traveler yang menyukai scuba diving, tempat ini adalah salah satu tepat terbaik untuk melakukan kegiatan tersebut. ada sekitar 20 titik yang bisa digunakan untuk penyelaman, dimana Anda akan mendapatkan kesempatan untuk berenang kedalam laut dengan disekelilingi beragam biota laut yang sangat mempesona.

Rute Perjalanan Menuju Ke Taman Nasional Bunaken

Untuk menjangkau ke kawasan wisata Taman Nasional Bunaken sangatlah muda. Apabila Anda melakukan perjalanan melalui udara, Anda bisa langsung transit di Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi yang ada di Kota Manado. dimana bandar udara ini terhubung dengan kota - kota besar lainnya di kawasan Indonesia seperti Jakarta, Surabaya, Makasar, Balikpapan dan juga Denpasar Bali. selain itu bagi Anda yang datang dari luar negeri seperti Malaysia, Singapura, Filipina juga bisa langsung transit di Bandara ini.
Kemudian dari Bandara Sam Ratulangi perjalanan Anda dilanjutkan ke Kota Manado dengan menggunakan transportasi taksi, dari Kota Manado ke Pulau Bunaken sendiri, perjalanan dilanjutkan melewati pelabuhan yang ada Manado menuju Marina Blue Banter dan Marina Nusantara Diving Centre (NDC) di Kecamatan Molas, waktu yang ditempuh  kurang lebih sekitar 30 menit. setelah sampai di Marina Blue Banter masih diperlukan 10 sampai 15 menit perjalanan dengan menggunakan kapal pesiar menuju ke lokasi penyelaman, semantara apabila Anda melewati Marina Nusantara Diving Centre (NDC) membutuhkan waktu 20 menit. Selain itu alternatif lain untuk sampai ke Pulau Bunaken dari Manado, Anda bisa menggunakan transportasi kapal yang bisa Anda sewa dari Marina dan Pasar Bersehati
Kemudian untuk masalah tiket masuk ke kawasan wisata Taman Nasional Bunaken, Anda bisa memperolehnya dengan membeli di kota Manado tepatnya di Kantor Taman Nasional Bunaken, selain itu Anda juga bisa memperolehnya di beberapa counter penjualan tiket yang ada di desa Liang ( Pulau Bunaken ) atau di Siladen

Kegiatan Wisata di Kawasan Pulau Bunaken

Kegiatan yang bisa dilakukan  di pulau Bunaken kebanyakan adalah snorkeling atau menyelam, agar Anda dapat menikmati pesona keindahan Bunaken secara utuh dan jelas, disini terdapat kurang lebih 23 tempat penyelaman yang bisa Anda kunjungi. Bagi Anda yang berkeinginan untuk melakukan snorkeling tidak usah bingung dan repot untuk membawa peralatan penyelaman karena disekitar sini telah banyak penyedia alat - alat selam yang bisa Anda sewa tentunya dengan harga murah kisaran Rp. 100 ribu untuk satu hari.
Pemandangan bawah laut Bunaken yang sangat mempesona memang sangat sayang untuk dilewatkan begitu saja, berbagai jenis spesies terumbu karang yang sangat menakjubkan dengan bentuknya yang unik membentuk lekukan lekukan indah membuat mata Anda akan terpukau olehnya, disamping itu keindahan yang dihasilkan dari terowongan - terowongan mungil yang ada dibawah laut, menjadikan tempat ini surga bawah laut yang mustahil ditemukan ditempat lain. adapun lokasi penyelaman terbaik yang berada di sekitar Bunaken dan Manado Tua.

Taman Nasional Komodo, NTT

Daya magis pesona wisata Pulau Komodo terletak pada hewan komodo, jenis reptil yang dilindungi di Taman Nasional Komodo. Hewan ini telah mendiami pulau tersebut selama kurang lebih 40 juta tahun.
Taman Nasional Komodo adalah gugusan 3 pulau utama yang membentuk satu kesatuan bersama dengan 175 pulau kecil lainnya (sekitar 90% tidak berpenghuni) dengan luas kawasan taman nasional mencapai 1.817 km persegi. Ketiga pulau tersebut adalah Pulau Komodo, Pulau Rinca, dan Pulau Padar. Taman Nasional Komodo berada dalam wilayah administratif Nusa Tenggara Timur.Saat ini, satwa langka ini sedang mengalami masa kepunahan, jumlahnya hanya tinggal sekitar 4 ribu ekor. Karena keunikan dan kelangkaannya itu, Taman Nasional Komodo dinyatakan sebagai “World Heritage Site dan Man and Biosphere Reserve” oleh UNESCO di tahun 1986.

Di areal wisata Pulau Komodo, Anda akan menjumpai makhluk besar mirip kadal raksasa dengan memiliki panjang 2-3 m dan berat mencapai 165 kg, atau 100 kg saat perut kosong. Hewan ini merupakan predator yang sabar. Di alam liar, komodo memburu mangsa yang lemah atau sudah terluka, cukup dengan satu gigitan untuk melumpuhkan mangsanya.

Raja Ampat, Papua


PAPUA Barat terkenal akan wisata bahari. Salah satu tempat yang menarik untuk dikunjungi adalah Raja Ampat. Bahkan Raja Ampat lebih dulu dikenal di kalangan wisatawan mancanegara dan merupakan tempat wisata idaman mereka. Letak Kabupaten Raja Ampat terpencil. Namun, kawasan ini menyimpan sejuta keindahan alam, terutama bawah lautnya.

Bahkan, wisata bahari Raja Ampat dikenal turis mancanegara sebagai salah satu dari sepuluh tempat menyelam terbaik di dunia. Keindahan alam ini jelas menjadi andalah Kabupaten Raja Ampat, yang mampu menembus persaingan dunia pariwisata internasional. Kabupaten ini memiliki 610 pulau. Empat di antaranya Pulau Misool, Salawati, Batanta, Waigeo termasuk pulau besar dan hanya 35 pulau yang berpenghuni.

Bahkan, konon hanya 400 pulau yang baru dieksplorasi. Selebihnya, pulau-pulau itu masih perawan. Waktu yang tepat untuk berkunjung ke Raja Ampat adalah bulan Agustus hingga Februari. Saat itu cuaca di sana sangat bagus dan angin tidak terlalu kencang.

Sinyal HP masih agak susah di Raja Ampat karena memang kepulauan yang luas di Raja Ampat sehingga banyak sekali blank spot, di antara banyak operator selular yang masih lumayan ada sinyal adalah Telkomsel.

Di antara semua Pulau di Raja Ampat yang paling terkenal dan menjadi ikon di Raja Ampat adalah Kepulauan Wayag. Ya kumpulan bukit dan gunung karst yang berada di tengah laut inilah yang menjadi ikon Raja Ampat. Karena keindahannya dan hanya ada di Raja Ampat tidak salah jika Wayag menjadi destinasi utama para wisatawan untuk pergi ke Raja Ampat. 

Menuju Raja Ampat

Untuk menuju Raja Ampat, kita harus melalui Sorong di Papua Barat. Sampai saat ini penerbangan langsung ke Raja Ampat memang belum ada karena bandara di sana sedang dalam proses pembangunan. Jika ingin mengunjungi Raja Ampat, rajin-rajinlah membuka website maskapai penerbangan yang melayani rute ke Sorong, seperti Wings Air, dan Express Air.

Setelah tiba di Bandara Eduard Sorong, kita harus berjalan sedikit keluar bandara. Tidak jauh dari bandara, kita akan menjumpai jalan besar menuju Sorong dan pelabuhan. Dari sana carilah angkutan kota berwarna kuning yang menuju Pelabuhan Sorong. Atau, jika ragu, bertanyalah kepada sopir apakah angkutan tersebut menuju pelabuhan. Ongkosnya sekitar Rp 3.000, tetapi turis umumnya dikenakan tarif Rp 5.000.

Sesampainya di Pelabuhan Sorong, kita bisa naik feri cepat ke kota Waisai, Raja Ampat. Harga tiketnya Rp 150.000 per orang. Alternatif lainnya adalah naik speedboat dan kapal rakyat dengan ongkos Rp 120.000 per orang. Waktu tempuh kedua kapal ini sekitar 2 jam. Umumnya feri cepat berangkat pukul 12.00 dan 13.00. Sedangkan kapal rakyat berangkat pukul 14.00. Jadi agar tiba di Sorong sebelum pukul 12.00, kita harus mengambil  penerbangan pertama ke Sorong.

Agar perjalanan tidak menguras biaya, kita sebaiknya pergi berombongan, minimal 8 orang. Dengan begitu biaya sewa kapal akan menjadi lebih murah. Di sini kita tidak membutuhkan sewa mobil, tetapi sewa kapal yang cukup mahal. sewa kapal bermotor mahal di Papua ini dikarenakan langkanya pasokan harga BBM dan kadang harganya selalu berubah.

Ada 2 jenis kapal yang digunakan untuk berkeliling di kepulauan Raja Ampat, kapal nelayan bermotor dan speedboat. Sewa kapal nelayan bermotor yang berkapasitas 2 hingga 3 orang sebesar Rp 1.300.000 hingga Rp 1.500.000 per hari. Tarif kapal speedboat yang berkapasitas 8 hingga 10 orang sebesar Rp 3.500.000 hingga Rp 4.000.000 per hari (sudah termasuk bahan bakar). Tarif sewa kapal ini bergantung harga bahan bakar saat itu di Waisai.

Biaya ke Raja Ampat ini memang cukup mahal. Bujet yang harus disiapkan sekitar Rp 8.000.000 hingga Rp 12.000.000 per orang. Ingatlah bahwa di Papua semua serba mahal. Jadi jika salah perhitungan dan bujet yang dibawa kurang, kita tentu akan kesulitan selama di sana.

Di Waisai sarana transportasi, akomodasi, dan sebagainya sangat tidak memadahi dan cenderung mahal. Kita pun harus pintar-pintar menawar dan aktif bertanya. Kecenderungan untuk tertipu dan mendapat harga mahal sangatlah besar.

Tempat Makan

Pilihan kuliner di Raja Ampat tidak banyak. Raja Ampat terkenal akanseafood-nya. Namun, warung makan padang dan coto makassar juga bisa kita jumpai, meskipun harganya bisa dua kali Jakarta. Makan mewah memang tersedia di resor-resor, tetapi harganya sangat mahal dan tidak disarankan.

Salah satu makanan khas Papua adalah sagu dan ulat sagu bakar. Favorit saya adalah ulat sagu bakar. Ulat sagu yang diambil dari pohon sagu dibakar matang. Rasanya sangat gurih dan renyah. Selain itu juga ada juga sup kepompong dan bika (kerang) yang berukuran sangat besar. Sayangnya, makanan khas ini tidak diperjualbelikan secara umum. Kita bisa mencicipinya saat festival budaya berlangsung.

Pulau Wayag

Wayag adalah Ikon Raja Ampat, yang datang ke Raja Ampat haruslah mengunjungi destinasi ini. Wayag merupakan pulau terjauh dari Raja Ampat. Oleh karena itu, untuk tiba di tempat ini, diperlukan enam hingga tujuh jam perjalanan dengan speedboat dan harus berangkat pada malam atau subuh. Atau kalau kita ingin mendapatkan banyak momen sebaiknya kita menginap di sekitar area Wayag, ada International Conservation di sini. Kita bisa meminta tolong bantuan mereka untuk mengantar kita berkeliling dan menaiki puncak bukit karst di Wayag.

Pulau berbukit ini berpasir putih dan dikelilingi pulau-pulau kecil lainnya. Untuk mendapatkan foto atau pemandangan yang indah, kita harus menuju puncak bukit yang bisa ditempuh selama satu hingga 2 jam mendaki di karang keras. Dari puncak bukit ini, kita bisa melihat seluruh pemandangan Raja Ampat.


Perlu diingat untuk menaiki bukit karang dan karst di Wayag sebaiknya memakai sepatu, atau minimal sendal gunung yang ada tali belakangnya. Pasalnya, karst di sini sangat tajam dan berbahaya, selain itu bawalah barang seperlunya saja, jika tidak mampu membawa sebaiknya meminta tolong kru kapal atau guide untuk bisa membawakan barang kita.

Tips memotret di Raja Ampat
1. Alam yang indah di Raja Ampat semua orang bisa memotret bagus, memakai Smartphone saja hasilnya sudah sangat bagus. Yang perlu diperhatikan di sini adalah sebaiknya kita membawa memory card cadangan dan baterai, karena akses listrik yang susah kita akan kesulitan men-charge kamera.

2. Bawalah lensa range 7 mm sampai 12mm untuk memotret landscape karena Raja Ampat merupakan surganya landscape. Lensa wide wajib dibawa di sini.

3. Bawalah tripod karena kita akan banyak menemukan sunrise dansunset bagus di sini.

Gereja Ayam, Magelang

Film Ada Apa Dengan Cinta 2 memang fenomenal, hanya dalam kurun waktu beberapa hari saja film ini kabarnya berhasil menjaring satu juta penonton, begitu besarnya minat masyarakat pada reunian Cinta (Dian Sastrowardoyo) dan Rangga(Nicholas Saputra) sampai antrean panjang di depan pintu-pintu bioskop pun menjadi pemandangan lumrah selama hari-hari awal penayangan film AADC2. Bagi yang sudah menonton trailer atau filmnya, pasti kamu tahu kalau film ini memilih kotaJogja sebagai lokasi syutingnya. Banyak sekali tempat unik nan keren yang menjadi saksi bisu reunian Cinta dan Rangga, namun salah satu tempat yang paling berkesan adalah lokasi saat Cinta dan Rangga bergadang sampai subuh untuk menunggu matahari terbit yaitu Gereja Ayam.
Di film AADC2, Rangga tanpa keraguan menuntun Cinta menembus rimbunnya pepohonan hijau di bukit yang mengelilingi Gereja Ayam, tempat ini menjadi titik akhir petualangan singkat mereka di Jogja. Level baper penonton pun dipastikan mencapai puncaknya saat Rangga memamerkan kemegahan pemandangan yang mereka temui di puncak Gereja Ayam kepada Cinta, tampak jelas di ekspresi keduanya bahwa rasa di antara mereka masih ada walaupun ratusan purnama sudah berlalu, namun apakah keduanya berani untuk jujur pada satu sama lain dengan mentari sebagai saksinya? Jawabannya tentu harus kamu saksikan sendiri di filmnya.
Nah jika kamu tertarik untuk berpetualang ke Gereja Ayam seperti Cinta dan Rangga di AADC2, kamu harus tahu kalau tempat ini terletak di Bukit Rhema, salah satu dari sekian bukit yang berada di jajaran Borobudur, tepatnya di Dusun Gombong, Desa Kembang Limus, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang. Menurut masyarakat yang tinggal di daerah itu, Gereja Ayam sudah dibiarkan begitu saja sejak tahun 1990-an, bangunan ini mendapatkan nama Gereja Ayam karena bentuknya yang mirip seekor ayam yang sedang duduk di tanah dengan mahkota di bagian kepalanya, bangunan ini juga terkenal dengan sebutan “Banyak Angrem (Angsa Mengeram)” karena postur badannya yang panjang seperti angsa.
Namun pendiri Gereja Ayam sendiri sudah meluruskan kalau bangunan tersebut bukan berbentuk ayam tetapi burung merpati dan tempat itu dibangun sebagai sebuah rumah doa bagi orang-orang yang percaya kepada Tuhan. Gereja ayam dihiasi banyak ornamen cantik dan vintage, ada tangga berbentuk aneh untuk naik ke lantai atas, sebuah ruangan yang luas tanpa sekat yang dibangun layaknya aula untuk beribadah seperti gereja.
Kabarnya Gereja Ayam resmi ditutup tahun 2000 karena biaya konstruksi yang terlalu tinggi, tapi banyak warga yang merasakan manfaat dari Gereja Ayam sehingga salah satu dari mereka bersedia menyediakan lahan rumah di kaki bukit untuk dijadikan tempat parkir pengunjung. Nama Gereja Ayam pun makin mendunia dan menjadi sorotan karena banyak travelersyang mengupload foto-foto mereka di media sosial. Karena keindahan dan keunikan tempatnya maka bangunan ini pun menjadi salah satu destinasi wisata terkenal bahkan ada pengunjung yang memilih melakukan foto pra-weddingnya di sana. Tidak hanya turis lokal saja loh yang berkunjung ke Gereja Ayam, banyak juga turis mancanegara yang memilih untuk melancong ke sini, sebutan tenar untuk bangunan ini pun jadi makin bervariasi seperti Chicken Church, Bird Church, Dove Church, Pigeon Hill, dll.

Karena bangunan ini sudah lama terbengkalai tanpa ada yang merawat, banyak yang menganggap tempat ini angker terutama karena ruangan bagian dalamnya yang sangat gelap terutama saat malam hari. Namun pemandangan di puncak menara Gereja Ayam mungkin akan mengubah pandanganmu tentang bangunan ini apalagi setelah menonton film AADC2, dari puncak mahkota gereja kamu bisa berfoto ria dengan latar belakang pemandangan bukit hijau dan sawah yang terbentang indah, jika beruntung dan langit sedang cerah kamu juga bisa melihat Candi Borobudur di kejauhan.
Nah bagi yang ingin berpetualang ke Gereja Ayam disarankan datang pada pagi hari supaya tempatnya belum ramai dan udaranya masih sejuk, kamu juga bisa menikmati pemandangan matahari terbit yang menakjubkan loh, selamat berlibur ya! 

Nusa Penida, Bali

Seperti yang kita tau Pulau Bali memang sudah terkenal sebagai surganya wisata di Indonesia tapi sudah taukah kalian tentang Nusa Penida? Ada beberapa pulau tetangga dekat ke Bali. Ada 3 yang paling terkenal, terletak sekitar 20 km jauhnya dari Bali ke selatan-timur yang dikenal sebagai Pulau Nusa Penida. Pulau Nusa Ceningan dan Pulau Nusa Lembongan. Di antara tiga pulau, Nusa Penida adalah yang terbesar, dan Juga terkenal sebagai tujuan terbaik untuk scuba diving. Walapun dua pulau lainnya (Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan) terletak terpisah tetapi kedua pulau tesebut masih dalam wilayah administratif Nusa Penida. Secara administratif pulai ini termasuk kedalam wilayah Kabupaten Klungkung yang dipisahkan oleh Selat Badung dengan wilayah Pulau Bali sendiri. 

Jika Anda ingin pergi ke Pulau Nusa Penida dari Bali, cara termudah dan termurah, jika kalian pergi dari Denpasar adalah dengan melalui Pantai Sanur dan menggunakan angkutan umum perahu tradisional yang disebut 'jukung' dengan dikenakan biaya maksimum sekitar Rp. 40.000 dan akan memakan waktu sekitar 90 menit untuk mencapai Nusa Penida. Ada pilihan lain yang dapat dilakukan jika melalui Pantai Sanur. Anda dapat menggunakan speed boat yang jauh lebih mahal daripada jukung (bisa Rp 50.000 lebih mahal) tapi juga jauh lebih cepat (50 menit). Jika Anda ingin melakukan perjalanan dengan mobil / sepeda motor sendiri ke Nusa Penida ( hanya untuk Nusa Penida, bukan Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan) Anda bisa pergi Padang Bay (di bagian timur Bali, 1 jam perjalanan dari Denpasar) dan kemudian menggunakan kapal feri (Kapal Ro-Ro dan Kapal Re-Re). Kapal ini akan menyeberangi Selat Badung, dan perjalanan akan memakan waktu sekitar satu jam untuk sampai ke Pulau Nusa Penida. Selain dari Padang Bay dan Sanur, Anda juga dapat naik jukung dari Kusamba (biaya sekitar Rp. 25.000).

Selain menawarkan wisata laut, Nusa Penida juga mempunyai beberapa tempat yang sangat indah dikunjungi, di antaranya Pantai Penida, Pura Batumedawu, Pura Goa Giri Putri, Pura Dalem Ped, Puncak Mundi, dan beberapa sumber mata air di sebelah selatan Nusa Penida yang menawarkan pemandangan laut dengan tebing yang berketinggian antara 50–200 meter. Salah satu pantai tebing tersebut adalah Pantai Pasih Uug. Pasih Uug terlihat seperti Uluwatu, dengan tebing tinggi yang mengarah langsung ke laut lepas. Bedanya, Pasih Uug jauh lebih tenang. Pasih Uug juga disebut "Pantai yang Patah". Di sini terdapat tebing dalam yang mengelilingi laut dan membuatnya seperti sebuah kolam raksasa. Lautnya bening, bila beruntung Anda dapat melihat ikan pari atau penyu berenang di lautnya.